Tata Cara dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh 13,14,15 Dzulqaidah, Dilakukan Hari Selasa – Kamis

Tata cara lengkap melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh Dzulqaidah 1440 H, seperti puasa sunnah lainnya, berbeda dengan puasa wajib. Menunaikan Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Dzulqaidah 1440 H ternyata memiliki tata cara sendiri sesuai anjuran Rasulullah SAW. Mulai hari ini, Selasa (16/7/2019) umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah Ayyamul Bidh yang dilakukan selama tiga hari setiap bulannya, tepatnya pada tanggal 13, 14, 15 dalam kalender Hijriah.

Berbeda dengan puasa wajib yang harus melakukan niat sebelum terbit fajar. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda : "Janganlah seorang wanita berpuasa sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya."

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Tanggal 13 Dzulhijah merupakan bagian dari hari tasyriq, sehingga tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa putih. Puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari yang dilakukan setiap bulannya, di setiap hari ke 13,14,15 kalender Hijriah.

Rasulullah SAW menjadikan Puasa Ayyamul Bidh sebagai sunah yang paling ditekankan agar tidak ditinggalkan bahkan hingga meninggal dunia. Hal itu sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, berikut ini: أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1 berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2 mengerjakan shalat Dhuha, 3 mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178) Dan juga dari hadits Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh sungguh luar biasa. Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh sama halnya dengan puasa sepanjang tahun.

Ini seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut: صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari nomor 1979).

َوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA “Saya niat puasa pada hari hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *