Tak Perlu Takut Kehabisan Stock Lindungi Diri dengan Buat Masker & Hand Sanitizer di Rumah

Mewabahnya virus corona membuat banyak orang panik dan membeli masker dan hand sanitizer berlebihan, coba buat sendiri di rumah, gampang banget! Penularan virus corona sangat cepat dan tak mudah disadari. Hal ini membuat semua orang sepakat untuk menghindari penularannya dengan hidup lebih sehat.

Apalagi semenjak kabar adanya kasus virus corona di Indonesia. Banyak masyarakat yang memborong masker dan hand sanitizer. Hal ini berdampak pada stok masker dan hand sanitizer yang menipis bahkan habis.

Tak hanya itu, harganya juga melambung tinggi jauh dari biasanya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus corona adalah sering mencuci tangan. Bisa dengan menggunakan sabun dan air mengalir, atau dengan cairan beralkohol.

Selain itu masker juga banyak habis diburu masyarakat yang tak ingin tertular. Hal ini membuat masker habis di berbagai toko dan apotek. Jika tetap ingin menggunakan masker sebagai perlindungan kamu bisa membuat sendiri di rumah.

Dilansir dari South China Morning Post, ilmuwan dari Hong Kong, Profesor Alvin Lai, dr. Joe Fan, dan dr. Iris Li menemukan cara mudah dan murah untuk membuat masker sendiri di rumah. Profesor Yuen Kwok yung, ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong mendukung penggunaan masker ini. Joe Fan King man, asisten kepala eksekutif rumah sakit Universitas Hong Kong, mengatakan masker buatan rumah telah menjalani tes laboratorium.

Hasilnya terbukti mencapai 80 hingga 90 persen fungsi masker bedah reguler dalam hal penyaringan aerosol dan tetesan. Meskipun demikian, masker ini tidak bisa berfungsi permanen. Masker buatan sendiri hanya bisa sebagai alternatif bagi mereka yang tidak memiliki peralatan tetapi perlu melindungi diri dari infeksi," kata Fan. Untuk membuatnya, Anda memerlukan bahan bahan berikut ini:

Setelah semua bahan tersedia, masker pun siap dibuat. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat masker ini adalah mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun. Kemudian ikuti langkah di bawah ini: Cara pembuatannya:

Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Masker ini sifatnya hanya sebagai alternatif darurat dan tidak bisa disamakan dengan fungsi dari masker bedah yang biasa digunakan untuk melindungi diri. Salah satu benda langka yang jarang ditemukan selain masker adalah hand sanitizer.

Namun tak perlu khawatir jika tak memiliki hand sanitizer. Kamu juga bisa membuat hand sanitizer sendiri seperti masker. Resepnya mungkin sedikit berbeda, tetapi pada intinya jika ingin membuat pembersih tangan sendiri, kita perlu mengetahui beberapa hal berikut:

1. Agar efektif, pembersih tangan harus memiliki kekuatan setidaknya 60 persen isopropil alkohol. Namun, karena harus mencampurkan pembersih dengan gel lidah buaya untuk menstabilkan dan melindungi tangan, sebagian besar menyarankan campuran mengandung paling sedikit dua pertiga isopropil, alkohol 99 persen, dan sepertiga gel lidah buaya. Setelah dicampur, masukkan ke dalam wadah kecil.

2. Pembersih ini hanya efektif jika kita menggunakannya secara menyeluruh di tangan dan kemudian mengeringkannya. Menyemprotkan hanya beberapa tetes di telapak tangan kemudian menyekanya tidak akan membantu sama sekali. 3. Jika tangan sangat kotor atau berminyak, maka menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hand sanitizer tidak akan banyak membantu.

4. Hal terbaik yang bisa kita lakukan tetap dengan mencuci tangan dan menjauhkan tangan dari wajah. 5. Belum ada informasi atau masalah di luar sama yang menyebutkan tentang penyebaran infeksi melalui ponsel, jadi kita tak perlu khawatir. Meski begitu, jika kita masih memiliki kekhawatiran ponselmu pernah disentuh oleh seseorang yang mungkin terpapar, kita bisa menggunakan tisu dengan alkohol untuk membersihkannya.

Dokter Spesialis Paru Anggota Kelompok Staf Medik (KSM) Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta, Dr. dr. Reviono, Sp.P (K), menilai penggunaan masker oleh orang yang sehat sebenarnya kurang tepat jika dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona. Pasalnya, covid 19 menular via droplet atau percikan air liur penderita, bukan melalui udara. Dengan begitu, cara yang lebih efektif dilakukan untuk pencegahan yakni mencuci tangan dengan benar serta selalu memerhatikan etika batuk dan bersin.

"Lebih baik dicegah dengan hand hygiene dan melakukan etika batuk yang benar," kata Reviono saat diwawancara Kompas.com , Senin (2/3/2020). Hanya, jika semua orang melakukan hal itu, masker bisa jadi akan makin sulit ditemui dan harganya kian mahal seperti yang terjadi sekarang. Dia pun menganjurkan, lebih baik masker digunakan oleh mereka yang sedang sakit flu maupun batuk untuk mencegah penularan penyakit pada orang lain.

"Orang yang enggak sakit sebenarnya enggak perlu palai masker," jelas Reviono. Terkait penggunaan masker untuk mengurangi risiko tertular virus corona, Profesor Obat dan Epidemiologi di University of Iowa's College of Medicine, Eli Perencevich, juga mengungkapkan hal senada. Melansir Forbes , Sabtu (29/2/2020), Dr. Perencevich, mengungkapkan seseorang tak perlu menggunakan masker wajah jenis apa pun dengan maksud mencegah tertular covid 19.

Sekalipun ada kasus temuan covid 19 di dekat sana, menurut dia, tetap saja orang sehat tidak perlu memakai masker, baik itu masker bedah, masker N95, masker respirator, maupun masker jenis lainnya untuk melindungi diri dari virus corona. Bahkan, Dr Perencevich, secara tegas melarang orang sehat menggunakan masker. Pasalnya, belum ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka dari serangan virus corona.

Menurut dia, penggunaan masker yang salah malah bisa jadi dapat meningkatkan risiko infeksi karena seseorang lebih sering menyentuh wajah. Dr Perencevich pun menjelaskan virus corona dapat ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara. Itu berarti Anda tidak dapat menghirupnya secara acak. Masker melainkan tepatnya dipakai oleh mereka yang merasa menderita flu atau berpikir terkena seranga covid 19.

"Jika Anda mengalami flu atau berpikir terkena Covid, saat itulah Anda harus mengenakan masker untuk melindungi orang lain.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *