Simak Kisah Inspiratifnya Viral Mahasiswi Berjuang Lulus Kuliah Setelah Berjuang Lawan Kanker Ganas

Viral mahasiswi ceritkan perjuangan lawan kanker ganas. Mahasiswi tersebut berhasil lulus kuliah meski dirinya menderita kanker stadium 3A. Simak kisahnya di sini!

Penyakit kanker memang jadi salah satu penyakit yang masih belum ditemukan obatnya sampai saat ini. Para penderita kanker harus berjuang keras melakukan berbagai perawatan untuk menekan keganasan penyakit tersebut. Belum lama ini, warganet dibuat kagum dengan perjuangan seorang mahasiswi yang mengidap kanker.

Mahasiswi tersebut berhasil lulus kuliah bahkan setelah didiagnosa menderita kanker tulang ganas. Melalui akun Twitter @AidaRashidi, wanita tersebut menceritakan perjuangannya melawan kanker. "Prestasi tertinggi saya sejauh ini sebenarnya, untuk memiliki keberanian untuk melewati semua ini, untuk menerima nasib saya, untuk bekerja lebih keras dan menyelesaikan studi saya dan juga menyembuhkan diri saya secara fisik dan mental." tulis Aida Rashidi pada 14 Oktober 2019 lalu.

Cuitan Aida Rashidi itu mencuri perhatian banyak orang hingga viral di Twitter. Sebelumnya, Aida Rashidi juga sempat menceritakan kisah perjuangannya melawan kanker di akun Instagramnya. Aida diketahuimenempuh pendidikan diploma sejak 2015 lalu.

Namun, Aida harus menempuh pendidikan diploma lebih lama dari teman temannya lantaran kondisinya. "Saya memulai diploma saya pada tahun 2015 di arau kampus, itu seharusnya merupakan perjalanan 2 setengah tahun tetapi berakhir lebih lama dari itu." tulisnya di akun Instagram. Ia disebut kerap bolak balik rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisinya.

Di tahun 2017, hasil pemeriksaan terkait kondisinya akhirnya muncul. Aida didiagnosa menderita sarkoma pada rahang kiri dan kanker tulang stadium 3A. "Saya tidak bisa menghitung berapa banyak darah yang mereka ambil untuk menguji saya. Berhari hari menunggu hasil, melakukan biopsi, CT scan sampai akhirnya hasilnya tiba pada 15 February 2017, dan saya didiagnosis menderita sarkoma pada rahang kiri saya, kanker tulang stadium 3a yang ganas. Itu adalah hari paling menghancurkan dalam hidup saya."

Setelah mengetahui hal itu, ia bahkan sampai harus menunda studinya dan meninggalkan teman temannya. Ia pun mulai melakukan kemoterapi selama 12 kali dalam satu tahun. "Saya pergi untuk kemo total 12 siklus dalam satu tahun, 1 siklus terdiri dari 3 hari, 12 jam kemoterapi."

Selama melakukan kemoterapi, ada berbagai perubahan fisik yang ia rasakan. Rambut Aida menjadi botak, staminanya berkurang, memar dan luka juga ditemukan di setiap bagian tubuhnya. Aida kemudian melakukan operasi pada 19 Juli 2017.

Setelah melakukan operasi, Aida kembali bersemangat menyelesaikan studinya. Ia memutuskan untuk pindah kampus agar lebih dekat dengan rumah sakit. Di waktu yang sama, Aida berusaha menyelesaikan studinya.

Ia menyadari bahwa otaknya jadi lebih lambat dalam berpikir. Namun, hal itu tak membuatnya mudah menyerah. Ia terus berjuang hingga akhirnya ia lulus kuliah.

"AKU AKHIRNYA LULUS !! Semuanya berkat keluarga dan teman teman dan dokter / perawat saya di hkl untuk semua dukungan yang mereka berikan kepada saya dan merawat saya siang dan malam." ungkapnya. Kisah viral hari ini tentang kisah inspiratif seorang gadis yang mampu menyelesaikan kuliahnya meski tanpa didampingi kedua orangtua. Kedua orangtua Adilla Kamaruzzaman telah meninggal saat usianya masih kecil.

Pasca wisuda, masih dengan memakai toga, Adilla mengunjungi kedua pusara orangtuanya. Masih mengenakan jubah dan toga wisuda, Adilla mengunjungi makam ibu dan ayahnya. Adilla adalah wisudawan dari Universiti Teknologi Mara (UiTM) jurusan Diploma Seni Lukis dan Seni Reka di Lendu, Melaka, Malaysia.

Adilla lulus kuliah pada tahun 2017 silam. Kisah menginspirasi Adilla sempat viral di media sosial saat itu. Adilla membagikan perjalanan hidupnya yang tak mudah di akunTwitter miliknya @shewasokay.

Adilla kehilangan ibunya saat berusia empat tahun. Adilla dan sang ibu saat itu mengalami kecelakaan. "Saya dengan Mama sebelum kemalangan and saya selepas kemalangan. Dagu dan mulut saya terkoyak, dapat 20 jahitan. Itulah gambar last kami."

Ibunya meninggal dunia dan Adilla mengalami luka di dagu dan mendapat hingga 20 jahitan. Tak hanya itu, saat berusia 10 tahun Adilla juga ditinggalkan oleh ayahnya. Sang ayah meninggal dunia karena lumpuh setelah terjatuh dari kamar mandi.

"Okay. setakat tu je saya dapat kongsi soal kemalangan kami. and, Ayah pula meninggal masa saya darjah 4. Dia sakit. Dia jatuh dlm bilik air." Kehilangan kedua orang tua di usia yang masih kecil, Adilla sempat hampir menyerah dan dikira gila. "Orang tua pergi menjala, menjala sambil mata tertutup. Dulu anakmu dianggap gila, kini mampu teruskan hidup.

Terima kasih Mama, Ayah" Namun dia terus berjuang membuktikan orang orang yang sempat meragukannya. Meski tak didampingi kedua orangtuanya, gadis berusia 23 tahun tersebut berhasil membuktikan dirinya mampu menyelesaikan kuliahnya.

Selama dua tahun ini hidupnya menjadi lebih baik dan bahagia. Dua tahun berselang, Adilla kembali mengenang kejadian saat dirinya mengunjungi pusara kedua orangtuanya dengan toga wisuda. Adilla kembali mengenang dirinya pada masa itu, sekarang dia sudah mampu menjalani hidupnya.

"This was 2 years ago. I had nothing by that time. Now Alhamdulillah syukran ya Allah for answering my prayers, for showering me with a lot of blessings." Beberapa kali Adilla juga mengunggah momen ketika dirinya mengunjungi makam kedua orangtuanya pada hari hari tertentu. Misalnya saat idul fitri hingga hari ulangtahun ayah dan ibunya.

Kisah perjuangan Adilla menjadi inspirasi warganet. Tersentuh hati saya baca cerita awak sebab sebelumni saya tidak kisah apa yg diberikan ibu bapa kepada saya, Namun sekarang baru saya sedar betapa pentingnya mereka disisi dan jasa mereka terhadap saya takkan terbalas sampai bila2 and I'm very sure that you very strong

Mangalir airmata sy baca kisah awk ni.. Kalau lah arwah mak ayah awk masih hidup, pasti mereka bangga dengan Anknya yg satu ini.. Sy doakn awak panjang umur murah rezeki dn berjaya dalam hidup serta sentiasa dalam Allah Maha Esa.. Amin.

Verily w every hardship comes ease(94:5) May Allah azza wajal bless you w so much love, happiness and widen your rezeki love your parents would’ve been so proud. Sending all my love and prayers to stay strong, I can only imagine what you’ve been thru

Saye rse cerita ni dlm thread ni dh jdi semangat utk saye.. Sye masih belajar, ibu saye baru meninggal tahun ni dan ayah saya juga sudah meninggal waktu saya form 3. Hari2 saya still ingt dekat ibu saya.. nk balik kampung pun cuti sem ni xde semangat.

Even ayah i sakit stroke dh 6 years pun family i crumbled. Tk boleh bayangkan u punya perasaan bila lost both of ur parents. stay strong.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *