Simak Caranya! Tips Perawatan & Mekanisme Restorasi Arsip Rusak Akibat Bencana dari ANRI

Banjir kembali melanda Jakarta di awal tahun 2020. Setidaknya sejumlah kawasan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dilaporkan terendam banjir. Banjir yang melanda Jabodetabek sejak hari Rabu (1/1/2020) ini diprakirakan juga dapat mengakibatkan rusaknya sejumlah aset penting milik warga, termasuk di antaranya adalah arsip arsip penting keluarga.

Berkaitan dengan hal ini, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membagikan tips merawat arsip yang terdampak banjir. Tips tersebut dibagikan oleh ANRI melalui unggahan di akun media sosialnya pada Kamis (2/1/2020). Berikut adalah sejumlah tips yang bisa Anda coba untuk merawat arsip yang rusak akibat terendam banjir.

Lakukan evakuasi atau penyelamatan terhadap arsip maupun dokumen penting yang terkena banjir. Pindahkan arsip arsip tersebut ke tempat kering dan aman. Bersihkan arsip dari kotoran maupun lumpur. Pembersihan arsip dapat dilakukan dengan menggunakan air bersih atau air hangat.

Anda perlu memberikan cairan alkohol atau etanol untuk menghindari tumbuhnya jamur. Pemberian alkohol juga dapat membantu membunuh bakteri yang muncul. Caranya adalah dengan menyemprotkan alkohol atau etanol ke arsip yang rusak atau basah tersebut. Untuk menghindari arsip Anda menjadi lengket karena basah, pisahkan lembaran arsip tersebut satu per satu. Anda dapat mengeringkan arsip yang basah menggunakan kipas angin. Mengeringkan arsip dengan kipas angin dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan menjemurnya. Hindari mengeringkan arsip di bawah sinar matahari.

Apabila arsip keluarga anda mengalami kerusakan yang tidak bisa diatasi dengan 5 tips di atas, Anda dapat memanfaatkan fasilitas restorasi arsip yang disediakan ANRI. "Ohh iya kami informasikan bahwa @arsipnasionalri memberikan layanan restorasi arsip keluarga yang terdampak bencana banjir secara GRATIS," tulis akun Instagram @arsipnasionalri. Sehubungan dengan bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta beberapa hari belakang ini, ANRI membuka layanan restorasi arsip keluarga.

Hal itu disampaikan ANRI melalui laman resminya pada Rabu (1/1/2020) lalu. ANRI membuka Posko Layanan Restorasi Arsip Keluarha secara gratis di Gedung ANRI yang beralamat di Jl Ampera Raya No 7, Cilandak, Jakarta Selatan. Posko ini dibuka mulai hari Kamis (2/1/2020) pukul 07:30 WIB sampai dengan pukul 15:30 WIB.

Berawal dari bencana tsunami yang melanda wilayah Aceh dan Nias pada 2004 silam, ANRI memulai program ini untuk membantu korban bencana menyelamatkan arsip penting termasuk sertifikat kepemilikan tanah. ANRI melakukan restorasi arsip arsip yang terdampak bencana tersebut menggunakan teknologi Vacum Freeze Dry Chamber yang merupakan bantuan dari Jepang. Program ini pun terus berlanjut hingga sekarang.

Arsip keluarga yang dapat diperbaiki secara gratis di antaranya adalah akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, KTP, sertifikat tanah, dan ijazah. Perlu diperhatikan bahwa arsip yang direstorasi merupakan arsip asli, bukan dalam bentuk kopian dan tidak dilaminating. 1. Datang ke bagian Humas ANRI

2. Humas ANRI akan berkoordinasi dengan Subdit Restorasi Arsip 3. Anda akan didampingi petugas ke Subdit Restorasi Arsip 4. Arsip Anda akan diperiksa oleh Subdit Restorasi Arsip untuk melihat tingkat kerusakannya

5. Jika arsip Anda dinyatakan bisa direstorasi maka arsip tersebut akan diserahkan ke petugas di bagian Subdit Restorasi Arsip serta Anda akan diminta mengisi form 1. Sebaliknya jika arsip dinyatakan tidak bisa direstorasi, maka arsip akan dikembalikan. 6. Arsip yang dinyatakan bisa direstorasi akan direstorasi petugas, setelah selesai Anda akan dihubungi petugas.

7. Anda dapat mengambil arsip yang telah direstorasi dengan menunjukkan form 1. 8. Petugas Subdit Restorasi Arsip mengambil dan mengembalikan arsip sesuai nomor form 1. 9. Petuga akan mengisi form 2 dan buku catatan pembukuan arsip

10. Proses selesai Informasi selengkapnya terkait restorasi arsip dapat dilihat di laman .

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *