Penyakit Infeksi Menular Seksual Sifilis yang Terkadang Dikiria Penyakit Eksim

Penyakit sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan bakteri Treponema Pallidum. Penyakit itu sering dikira eksim. Spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Ciptio Mangunkusumo (RSCM), dr. Wresti Indriatmi, SpKK menyebutkan kadang penderita mengerika penyaki ini adalah penyakit eksim atau peradangan pada kulit Tanda tanda seperti gatal atau lecet yang sering dikiria terkena eksim. Terkadang memang penyakit sifilis bisa membuat bagian kulit tertentu merasa gatal.

“Kalau eksem kan gatal kalau sifilis gak selalu gatal, hanya 40 persen gatal. Ada gatal gatal tapi tidak banyak,” kata dr. Wresti saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020). Detilnya secara gejala penyakit sipilis ini dibedakan berdasarkan tingkatannya yakni primer, sekunder, laten dan tersier. Pada tingkatan primer biasanya gejala yang muncul yakni luka di tempat bakteri masuk sekitar 10 sampai 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

Kalau pada sifilis sekunder terjadi beberapa minggu setelah luka menghilang dengan timbuknya ruam pada telapak tangan dan kaki. Ada penyakit pengikutnya juga seperti flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri pada persendian, dan demam. Pada tahapan sekunder yang paling sering terjadi adalah infeksi mukokutan atau infeksi pada bagian mulut hingga pembesaran limpa.

Masuk ke tahapan berikutnya adalah sifilis laten yang terjadi tanpa gejala tidak ada luka yang timbul, bahkan jika terdapt di bagin kelamin tidak terasa sakit saat berhubungan seks. “Pada laki lalu luka di anus gak kerasa tidak terlihat lukanya di saluran vagina dan anus, tidak nyeri saat hubungan seks,” ungkap dr. Wresti. Masuk tahapan yang paling ganas adalah tahapan tersier yang jika tidak diobati akan merusak organ tubuh seperti kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, impotensi, hingga kematian.

Sehingga disaranakn jika sudah mengalami yang aneh pada kulit dan gejalanya mirip yang disebutkan di atas segera periksa untuk diketahui jenis penyakitnya. “Kalau untuk sifilis nanti diperiksa dengan tes nontreponemal test seperti VDRL dan RPR, atau treponemal test,” pungkas dr. Wresti.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *