Pendidikan Tinggi Tidak Perlu Kurikulum Darurat Ada Pandemi Corona Kemendikbud

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengatakan saat proses pembelajaran di perguruan tinggi belum membutuhkan kurikulum darurat. Dia mengatakan sejauh ini sejumlah perguruan tinggi telah memanfaatkan teknologi pembelajaran online di tengah pandemi corona. “Tidak perlu kurikulum darurat. Tinggal bagaimana perguruan tinggi memanfaatkan teknologi secara efektif dan efisien untuk pelaksanaan pembelajaran daring baik secara sinkronis maupun asinkronis," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020).

Nizam mengungkapkan, pola pembelajaran daring telah didorong untuk diterapkan di kampus pada era tahun 2000 an. Namun saat itu, belum banyak kampus yang mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Namun pada masa pandemi corona ini, Nizam mengatakan hampir seluruh kampus telah menjalankan proses pembelajaran online. "Saat pandemi ini, hampir seluruh kampus melaksanakan pembelajaran daring. Menurut survei yang dilakukan April lalu, 95 persen perguruan tinggi melaksanakan pembelajaran daring," tutur Nizam.

Nizam mengungkapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyediakan plaform pembelajaran daring SPADA untuk memfasilitasi pembelajaran daring. Platform ini dapat digunakan secara bersama sama, terutama untuk kampus kampus yang belum memiliki Learning Management System (LMS) untuk pelaksanaan proses pembelajaran daring. Saat ini di dalam SPADA terdapat 244 perguruan tinggi yang berbagi modul perkuliahan dan lebih dari 30.000 konten yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *