Pasang Tarif buat ‘Berhubungan’ Gadis 16 Tahun Sempat Dicekoki Pil Eksimer Tewas Digilir 7 Pemuda

Seorang gadis berusia 16 tahun meninggal dunia setelah digilir oleh 7 orang pemuda. Gadis berusia 16 tahun tersebut dikethui berinisial OR. Peristiwa miris ini terjadi di Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

OR digilir oleh 7 pemuda dalam kondisi tak berdaya. Aksi bejat tersebut dilakukan di rumah salah seorang pelaku. Tak hanya digilir, gadis tersebut sebelumnya juga dicekoki pil eksimer oleh salah satu pelaku.

Korban yang tak berdaya saat digilir ini juga sempat tak sadarkan diri. Kini polisi telah mengamankan 4 dari 7 pelaku pemerkosaan terhadap OR. Ke empat pelaku yang telah berhasil diamankan yakni berinisial FF, SU, DE, dan AN.

Sementara itu, pelaku lain yang berinisial RI, DR, dan DK masih dalam pencarian. Belakangan diketahui jika korban OR diduga bersediadigiliroleh ke tujuh orang pemuda tersebut. Namun, saat itu korban memberikan persyaratan jika inginberhubunganintimdengannya.

KapolsekPagedanganAKPEfrimenjelaskan, para tersangka rata rata semuanya telah berusia dewasa atau di atas 18 tahun. "Tersangka udah di atas 18 tahun, ada yang 24 tahun, 27 tahun. Sudah dewasa. Kecuali korban usia 15 tahun mau 16 tahun," kata Efri kepada Wartawan, Senin (15/6/2020). AKP Efri menerangkan, peristiwa itu bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu tersangka berinisial FF lewat media sosial.

Dari perkenalan tersebut, hubungan F dan korban berlanjut hingga mereka berdua berpacaran. Setelah mereka resmi berpacaran, FF pun membujuk rayu korban yang masih berusia di bawah umur untuk mauberhubunganbadandengan dirinya. "Pada hari Sabtu, 18 April 2020 sekitar jam 01.00 WIB, tersangka 1 menjemput korban dan membawa ke rumah tersangka S di Desa Cihuni,Pagedangan, Kabupaten Tangerang," kataAKPEfri.

Menurutnya, di lokasi tersebut, sudah ada tersangka lain yaitu S si pemilik rumah, D, A, R, D, dan D. Kemudian, gadis remaja tersebut meminta pil eksimer kepada pelaku. Tak hanya itu, korban juga meminta uang bayaran sebesar Rp 100 ribu kepada para lelaki yang ingin menyetubuhinya.

Lantas pergi mencari pil eksimer itu dan kembali setelah 20 menit kemudian. Ia membeli tiga butir eksimer dalam waktu tersebut. Lalu, tersangka lainnya bernama FF langsung mencekoki korban dengan tiga butir eksimer itu sekaligus.

Mengonsumsi tiga butir pil sekaligus membuat korban kehilangan kesadaran. Momen itulah yang dimanfaatkan para tersangka menyetubuhi korban secara bergiliran. Setelah menyetubuhi korban, masing masing dari mereka memberikan uang Rp 100 ribu.

"Akibat kejadian tersebut, korban sakit dan pada tanggal 26 Mei 2020 dibawa ke Rumah Sakit khusus jiwa Darma Graha Serpong," ujar Efri. Tapi pada tanggal 9 Juni 2020 lalu, keluarga mengambil paksa korban dari rumah sakit. OR (16) gadis asal Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) tewas setelah dicabuli tujuh pria di Cihuni,Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Persitiwa bejat itu terjadi pada Sabtu (18/4/2020). OR tewas pada Kamis (11/6/2020) setelah mengalami sakit. Terungkap, OR sebelum dicabuli para pria tersebut sempat meminum tiga butir pil excimer, semacam obat penenang, hingga mabuk.

KapolsekPagedangan,AKPEfrimengatakan, usai ketujuh pria melakukan aksi bejatnya, OR sakit dan tubuhnya lemas. Bahkan Efri menyebut OR sempat pincang dan menjadi cadel. "Yang jelas pasca kejadian itu korban mengalami sakit seperti lemas, cadel kemudian jalannya pincang pincang. tapi kalau pastinya itu harus dibuktikan oleh ahli," katanya.

Namun Efri belum bisa memastikan bahwa excimer ataupun pencabulan tersebut sebagai penyebab tewasnya OR. Terlebih jarak waktu peristiwa dengan meninggalnya OR cukup lama. "Ya saya belum bisa memastikan. itu harus ada ahli yang bisa memeriksa," ujarnya.

AKP Efri mengungkapkan motif para tersangka yang telah menggilir gadis berusia 16 tahun dalam keadaan mabuk. Kepada kepolisian, tersangka mengaku tidak ada motif khusus sewaktu memperkosa korbannya. "Motifnya ingin melakukan hubungan aja bersama sama temennya," kata Efri kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Korban OR langsung teler setelah menelan 3 butir pil eksimer yang diberikan oleh temannya. Saat korban dalam kondisi setengah sadar, para pelaku langsung menggilir korban secara bergantian. Efri mengatakan, saat ini pihaknya tengah menelusuri asal pil excimer tersebut.

Saat ini, keterangan soal pil excimer, termasuk pernyataan tentang korban yang memasang tarif sebelum disetubuhi, didapat dari pelaku yang sudah tertangkap. "Itu pengakuan para pelaku begitu memberikan meminta pil dan uang," uajrnya. Efri juga terus mengejar ketiga pelaku yang masih buron, RI, DR dan DK.

"Tiga lainnya masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujarnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *