Para Ahli Buka Suara Soal Anak-anak SD yang Bermain dekat Pusaran Angin Puting Beling

Sempat viral dan ramai dibicarakan anak SD yang bermain dengan pusaran angin puting beliung, para ahli berikan pendapat soal hal ini. Sejumlah video anak anak maupun orang dewasa bermain denganpusaran anginkerap muncul di media sosial. Dari sejumlah video yang beredar, mereka seolah tidak takut melihat pusaran angin yang berputar dan menyebabkan debu di sekitarnya.

Bukannya menjauh, dalam sebuah video yang beredar pada Kamis (8/8/2019), sejumlah siswa SD terlihat mendekati pusaran dan bermain main dengan angin tersebut. Ini bukan kali pertama video seperti ini beredar. Amankah perilaku seperti ini? Bagaimana menyikapinya?

Menurut Kepala Subbidang Prediksi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Augie Wandala Putra, angin seperti yang terekam dalam video di atas memang bukan merupakan angin yang berbahaya. Kecepatan angin relatif rendah. “Kalau dari video yang beredar nampaknya pusaran angin tersebut kecepatannya tidak terlalu tinggi.

Belum ada terminologi baku, (angin semacam itu) masih bisa disebut sebagai pusaran angin,” kata Augie, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/8/2019). Angin itu termasuk jenis puting beliung, tetapi dengan skala yang kecil. Biasanya angin seperti ini muncul karena perbedaan panas di suatu wilayah.

“Pusaran anginyang terjadi di sebuah tanah lapang yang muncul akibat perbedaan panas suatu wilayah yang mengakibatkan perbedaan tekanan udara dalam skala lokal. Ini juga bisa menyebabkan pusaran angin seperi pada gambar tersebut,” jelas Augie. Sementara itu, angin puting beliung yang membahayakan merupakan hasil dari awan cumulonimbus yang memiliki kecepatan tinggi.

Kecepatan tinggi itu di kisaran lebih dari 34,8 knots atau 64,4 kilometer/jam yang terjadi dalam waktu singkat dan bersifat merusak. Angin seperti ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, dilarang untuk mendekati pusat pusarannya. Augie mengimbau, jika terjadi angin semacam itu anak anak sebaiknya mecari tempat berlindung yang aman untuk keselamatan diri mereka.

“Baiknya anak anak atau masyarakat justru membiasakan diri untuk berlindung di tempat tempat yang aman, seperti bangunan permanen. Jangan berada di bawah pohon yang rapuh atau hal hal yang mungkin bisa rubuh diterpa angina,” ujar Augie. Dihubungi terpisah, Pelaksana Harian Kepala Pusat Data dan Informasi (Plh Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo juga berpendapat hampir sama.

Ia mengatakan, angin yang terlihat padavideo viralitu tidak membahayakan jika kecepatan angin masih kecil. “Itu puting beliung dan kekuatannya tidak besar, tidak seperti yang di luar negeri, tornado,” kata Agus. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sebaiknya anak anak tidak mendekat ke pusat pusaran.

“Jika kekuatan anginnya tidak terlalu besar ya aman aman saja. Tapi sebaiknya jangan didekati, karena jika kecepatan kencang dapat membahayakan keselamatan anak anak tersebut,” kata Agus, Kamis (8/8/2019) melalui pesan tertulis. (Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella) Sumber : Simak cerita viral, seorang anak kecil ini berikan alasan jenius ketika ia terlambat masuk dan ketinggalan bis sekolah.

Tidak dipungkiri ketika telat bangun untuk berangkat sekolah memang berat. Apalagi perasaan ingin tidur lagi saat masih tergeletak dikasur. Namun karena di Indonesia memang kultur dan budaya sekolah tinggi banyak sekali ketakutan yang terngiang ketika terlambat sekolah maupun bangun kesiangan.

Namun tidak bagi anak kecil dari Ohio, Amerika Serikat ini. Melalui twit yang dibagikan oleh akun Twitter sarah ♡ / @sarahhollidayyy ia menceritakan pengalaman unik adiknya yang sepertinya bangun kesiangan dan terlambat masuk sekolah. Dari yang iatwit Sarah membagikan dua buah foto yang menggambarkan tulisan dari adiknya yang sepertinya masih SD.

Twit viral yang bahkan di re twit sebanyak 215 ribu lebih ini ia membagikan pengalaman adiknya yang terlambatnaik bis sekolah dan memilih untuk pulang. Twit yang juga di likes orang 900 ribu warganet inimenuliskan "Saya tidak akan melupakan hari dimana adikku kelewatan bis sekolah dan menuliskan sebuah catatan kepada Ibu". Tidak sedikit warganet yang terkagum dengan kejeniusan alasan yang ia beberkan ke Ibunya hanya untuk tidak masuk sekolah karena ketinggalan bis.

Seperti membuat memoir yang cukup profesional adik Sarah menuliskan: "Aku Ketinggalan Bis Sekolah" "Sebagai putramu, aku menyesal memberi tahukan bahwa aku ketinggalan sarana transportasi umumku (untuk pergi ke sekolah).

"Aku tahu ibu sedang emosi sekarang, tetapi yakinlah tidak apa apa." "Aku sudah memutuskan untuk tinggal di rumah saja." "Ini adalah sebuah keputusan yang sulit yang harus aku ambil."

"Semenjak Ibupergi selama 20 menit,Akumungkin sedang ada di ranjang dengan agak murung karena aku tidak bisa pergi ke sekolah." "Jadi tolong jangan gangguaku" "Jika Ibu memerlukan bantuan lebih lanjut, silakan lihat grafik pro dan kontra di sisi belakang catatan ini."

Tidak berhenti disitu, bahkan anak ini menuliskan alasan pro dan kontra dari liburan mendadak ini karena ia memaksa untuk tidur dirumah saja. Ia menuliskan: "Pro:"

"1. Absen pertama pada catur wulan ini, nilaiku akan baik baik saja" "2. Hari ini akan menjadi hari yang buruk, tidak bisa merapikanrambutku." "Kontra:"

"1. Mungkin menjadi kebiasaan (Diragukan)." "2. Ibu harus menelepon sekolah dan memberi tahu mereka bahwa saya menderita polio." Alasan yang diberikan kepada orang tuanya begitu masuk akal.

Bahkan tulisan anak kecil ini terlihat sangat formal, dan sepertinya sang Ibu menyetujui libur yang ia inginkan hari itu. Anak yang jenius.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *