Masih Ditemukan 81 TPS Masuk Kategori Rawan di Bekasi Jelang Pencoblosan

Jelang pemungutan suara Pemilu pada 17 April 2019, masih ditemukan adanya Tempat Pemungutan suara (TPS) yang rawan di Kota Bekasi. Berdasarkan informasi dari Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, ada 81 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wiayah hukumnya. Dia menjelaskan, di Kota Bekasi ada sebanyak 6.720TPSyang tersebar di 13 kecamatan.

Dari jumlah itu, berdasarkan hasil pemantauan intelijen, pihaknya membagi dua kategoriTPSyakni rawan dan kurang rawan. "Yang rawan sekali enggak ada, setiap 10TPSkurang rawan akan dijaga satu orang personil kepolisian, sedangkan setiap satuTPSrawan akan dijaga satu personil kepolisian," kata Indarto di Kantor KPU Kota Bekasi, Selasa (16/4/2019). Indarto menjelaskan, spesifikasiTPSrawan dikarenakan di lokasi setempat memiliki sejarah konflik.

Selain itu, peta kekuatan dukungan pasangan calon cenderung berimbang juga menjadi tolak ukur sebuahTPSmasuk kategori rawan. Tidak hanya itu, kondisi geografis suatu wilayah seperti rawan bencana banjir bisa dikategorikan sebagai faktor penyebabTPSdikatakan rawan. "Ada berbagai variabel, misalnya ada historis konflik di TPS itu atau wilayah itu. Lalu dukungan antar pendukung itu berimbang, lalu misalnya ada obyek obyek vital di sekitaran TPS. Ada rawan bencana jadi kalau ada kiriman pasti naik (banjir) itu dikategorikan rawan," jelas dia.

Adapun saatPemilu2019ini, Polres Metro Bekasi Kota menerjunkan 2.500 personil gabungan yang terdiri dari anggota Polres, Brimob Polda Metro Jaya dan TNI. "Jadi saya pikir kita aman sekitar 2.500 an personil TNI Polri di luar Linmas. Kalau ditambah Linmas itu jumlahnya 2 kali dari jumlahTPS,TPSdi Kota Bekasi ada 6720 itu artinya dikali dua saja itu jumlah Linmas yang diterjunkan," terangnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *