LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen Pertama di Indonesia

Mengonsumsi air dan inhalasi hidrogen untuk kesehatan, telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat di negara negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika. Konsep inilah yang kemudian dikembangkan oleh LiveWell Global, perusahaan network marketing di bidang alat bantu kesehatan, untuk mengembangkan Hydro Gen Fontaine PEM & Inhaler. Menurut Leonardo Wiesan, Co Founder LiveWell Global,mengonsumsi air hidrogen sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup sehari hari di negara negara maju. “Tak hanya itu, inhalasi gas hidrogen juga mempunyai manfaat berkali lipat dari minum air hidrogen,” tuturnya. Lelaki yang akrab disapa Leo ini mengaku saat ini LiveWell Global menjadi pionir dalam menciptakan generator air hidrogen portabel pertama di Indonesia yang bisa digunakan untuk inhalasi gas hidrogen. Hydro Gen Fontaine PEM & Inhaler sangat praktis dan efisien, serta memiliki kadar hidrogen aktif yang tinggi.

“Produk ini dibuat di Korea Selatan, dengan menggunakan teknologi Proton Exchange Membran (PEM) yaitu suatu teknologi yang diklaim paling tercanggih untuk memproses air mineral menjadi air hidrogen, Hydro Gen Fontaine PEM & Inhaler juga telah memiliki sertifikasi internasional,” terangnya. Tak sekadar diminum, melalui teknologi yang sangat modern, generator hidrogen portabel ini bisa digunakan untuk inhalasi. “Penelitian oleh seorang profesor di Jepang, yaitu Prof. Masaru Suzuki, dari Department of Emergency and Critical Care Medicine dari Keio University, Jepang, bahwa inhalasi gas hidrogen dapat berdifusi dengan mudah ke pembuluh darah, dan lebih mudah menebus sawar otak. Sehingga penyerapannya lebih optimal ke tubuh,” tutur Leo. Tren inhalasi gas hidrogen ini pun sudah diterapkan sebagai gaya hidup penunjang kesehatan di negara negara maju seperti Jepang dan Korea. Penelitian mengenai air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen untuk membantu pencegahan penyakit pun sudah diteliti oleh berbagai institusi medis di seluruh dunia.

Bahkan terdapat lebih dari 1000 penelitian dan artikel kesehatan yang menyatakan air hidrogen dan inhalasi hidrogen mampu membantu mencegah lebih dari 170 penyakit. “LiveWell Global sebagai perusahaan network marketing yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan, sangat yakin dengan fakta terhadap keunggulan dan pentingnya air hidrogen untuk kesehatan tubuh terutama dari bahaya radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit penyakit kronis serta manfaatnya yang luar biasa untuk perawatan kulit.” katanya. Senada dengan Leo,dr. Sihar Deddy K. Siahaan, Sp.BTKV, spesialis bedah thorak dan kardiovaskular dari Rumah Sakit Hermina, Kemayoran, Jakarta, mengatakan air hidrogen sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk bantu penyembuhan penyakit. “Hidrogen (H2) adalah unsur kimia nomor satu. Selain itu hidrogen juga merupakan gas yang paling ringan. Kondisi inilah yang membuat hidrogen bisa digunakan untuk kesehatan,” katanya. Melalui zat yang ringan itu, hidrogen dapat mengikat radikalbebas yang ada pada darah manusia. “Seperti yang kita ketahui, karena gaya hidup yang tidak baik, darah manusia tercampur oleh lemak dan zat radikal bebas. Zat zat tersebut akan diikat oleh air hidrogen yang kemudian dibuang melalui air seni. Radikal bebas inilah yang menjadi salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis, seperti Jantung, Stroke, Diabetes, Paru dan sebagainya” tuturnya. Selain untuk kesehatan, air hidrogen pun bisa digunakan untuk kecantikan.

“Fungsi antioksidan dalam air hidrogen dapat menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit kita,” kata dr Elvin Erick Gultom, dokter estetika dari RHED Clinic dan medical trainer. Antioksidan pada dasarnya menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas atau menghentikan proses kerusakannya bahwa ada keseimbangan halus antara radikal bebas dan antioksidan yang secara alami dibuat di kulit. “Ketika keseimbangan itu hilang — akibat terlalu banyak radikal bebas, lebih sedikit antioksidan yang tersedia (bagian alami dari penuaan) —kita mengalami sesuatu yang disebut stres oksidatif, yang berperan dalam penuaan dini pada kulit, hiperpigmentasi, memicu kondisi peradangan seperti eksim dan jerawat, serta kanker kulit,” katanya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *