Komisi IV DPR Usulkan Tiga UU Lingkungan di Konferensi Perubahan Iklim di Madrid

Para pimpinan Komisi IV DPR RI berbicara tentang isu lingkungan dalam konferensi Perubahan Iklim di Madrid, Spanyol, Selasa (10/12/2019). Pada konferensi ini mengangkat tema tentang kekuatan spiritualitas. Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi menjelaskan kekuatan spiritualitas dalam konteks lingkungan adalah hutan sebagai kekuatan spiritual dalam tata nilai local wisdom atau kearifan kaum tradisi, sudah ada sejak lama di Indonesia.

Ia mengatakan karena tradisionalisme pengelolaan lingkungan sudah ditinggalkan sehingga keseimbangan alam terganggu, maka ia berpendapat perlu dibuat tiga regulasi undang undang terkait lingkungan. Pertama, Dedi memandang hutan adalah sebagai sumber ketahanan nasional. Maka, perlu dibuat Undang undang Ketahanan nasional dalam konteks kehutanan.Indonesia sudah tidak perlu lagi membuka hutan untuk kepentingan ekonomi.

Hutan kembali menjadi sumber ketahanan nasional. "Jadi hutan dalam pandagan saya hari ini hanya berfungsi konservasi saja, karena (untuk kepentingan) ekonomi sudah cukup, malah berlebih," kata Dedi melalui keterangannya, Kamis (12/12/2019). Kedua, perlu didorong undang undang perlindungan masyarakat adat.Sebab, masyarakat adat itu adalah polisi kehutanan sejati Indoneia.

Merekalah yang menjaga alam indonesia berdasakan kekuatan keyakinannya. "Karena bagi mereka, hutan dan laut adalah tempat bersemayamnya Tuhan, sehingga terjadi sakralitas. Itu juga sama di masyarakat Amazon dan tempat lainnya," ujar Dedi. Ketiga, lanjut Dedi, perlu dibuat Undang undang konservasi ekosistem dan sumber daya hayati.

Terkait tema tentang kekuatan spiritualitas, Dedi mengatakan tradisi mengajarkan tentang kearifan dalam mengelola lingkungan. Menurut Dedi, perubahan iklim dalam istilah yang dipakai saat ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Di Indonesia, perubahan iklim itu adalah pancaroba dalam masyarakat tradisi.Pancaroba atau perubahan iklim adalah terjadinya lima perubahan waktu dalam kehidupan manusia.

"Dari itu terjadi kekacuan dalam pancaroba, kekacauan kehidupan," katanya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *