Jangan Asal Bapak Senang Tolak Ahok Jadi Bos BUMN Roy Suryo Skakmat Politisi PDIP soal Jokowi

Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo menyebut penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di BUMN merupakan bentuk pembelaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Roy Suryo juga menyebut penolakan terhadap Ahok di BUMN merupakan upaya untuk melindungi Jokowi. Mulanya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan bahwa keputusan menunjuk Ahok pada akhirnya akan menyulitkan BUMN sendiri.

"Ya jelas, nanti pada akhirnya bukan pada Pak Joko Widodo, tapi pada BUMN tersebut," ucap Arief Poyuono. Arief Poyuono juga menyinggung soal kasus penistaan agama yang sempat menyeret nama Ahok. "Akhirnya suasana kerjanya jadi enggak enak gitu kan, artinya di dalam karena apapun luka yang dilakukan oleh Ahok dengan masalah hukumnya itu masih menyentuh umat muslim," terang Arief.

"Apapun juga, di BUMN itu orangnya semuanya religius," sambungnya. Mendengar pernyataan tersebut, Roy Suryo lantas memotong pembicaraan Arief Poyuono. "Dan satu lagi, orang yang dulu mengeluarkan fatwa kini menjadi wakil presiden," sahut Roy Suryo.

Menurut Arief Poyuono, penolakan terhadap Ahok di BUMN itu disebabkan karena adanya kekhawatiran publik terhadap sifat tempramen Ahok. "Bukan, penolakan mereka itu di situ daripada tempramennya Ahok yang kadang kadang mengeluarkan kata kata di luar kebiasaan," jawab Arief Poyuono. Pendapat berbeda disampaikan oleh Politisi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema.

Menurut Yohanis, tak ada beban yang dimunculkan dari penunjukan Ahok sebagai pimpinan di BUMN. "Kalau dari aspek kerja teknokratis, kemunculan Pak Ahok ini tidak menjadi beban bagi Pak Jokowi atau bagi pemerintahan ini," terang Yohanis. "Tetapi dari aspek politis oleh kelompok yang memang tidak suka pada Pak Ahok," sambungnya.

Yohanis menambahkan, dari segi kinerja, Ahok sangat memenuhi kualifikasi sebagai pimpinan BUMN. Namun, disebutnya keributan terkait penunjukan Ahok di BUMN ini lebih dipengaruhi oleh unsur politik. "Jadi bukan pada aspek kinerja seorang Basuki Tjahja Purnama dan rekam jejaknya, tetapi lebih karena alasan politis tertentu yang lebih dominan," ucapnya.

"Karena Pak Jokowi mengatakan tidak diragukan lagi kinerja seorang Basuki Tjahaja Purnama." Lantas, Yohanis mempertanyakan tentang kegaduhan yang terjadi akibat wacana penunjukan Ahok sebagai pimpinan BUMN. "Loh yang gaduh siapa?," tanya Yohanis.

"Saya datang malam ini saya merasa biasa saja, hanya perlu edukasi pada masyarakat, proses literasi lewat media, ini kita perlu," imbuhnya. Mendengar pernyataan itu, Roy Suryo kembali menyampaikan sanggahannya. Roy Suryo menyebut penolakan terhadap penunjukan Ahok di BUMN merupakan bentuk kepedulian terhadap Jokowi.

Publik disebutnya menginginkan posisi Jokowi tetap aman sebagai presiden. "Justru itu, kita kan membela Pak Jokowi, jadi artinya kita lindungi beliau, jangan kemudian asal bapak senang gitu loh," ucap Roy Suryo. Diberitakan sebelumnya,Wakil Ketua DPR RI Periode 2014 2019, Fahri Hamzah menduga adanya campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pimpinan BUMN.

Fahri Hamzah meminta Jokowi untuk turut menyampaikan sikap terhadap wacana penunjukan Ahok di BUMN. Melalui siaran live KOMPASTV, Senin (18/11/2019), Fahri Hamzah juga meminta Jokowi bersikap terbuka dan menyampaikan alasan penunjukan Ahok. Mulanya, Fahri Hamzah menyebut bahwa kritik terhadap Ahok tak dapat dihentikan begitu saja.

"Sosial media kan enggak bisa disuruh diem, media masa kan enggak bisa disuruh diem, pengamat kan enggak bisa disuruh diem," ucap Fahri Hamzah. Lantas, ia menyinggung soal sikap Jokowi atas penunjukan Ahok di BUMN. "Tetapi keteguhan sikap presiden untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi itu yang kita perlukan," ucap Fahri.

"Dan presiden ini udah di periode kedua, jangan banyak takut," sambungnya. Tak hanya itu, Fahri Hamzah juga meminta Jokowi untuk bersikap berani atas wacana penunjukan Ahok di BUMN itu. "Kalau dia berani bela secara berani," ucap Fahri Hamzah.

"Kalau itu yang dia (Jokowi) lakukan secara terbuka bagus menurut saya." Lebih lanjut, Fahri Hamzah menilai Jokowi terkesan diam diam dalam memutuskan posisi Ahok di BUMN. "Kalau presiden mengatakan 'Saya tidak ikut ikut mengatur siapa akan menjadi direksi BUMN', kecuali BUMN tertentu deh sebut Pertamina, PLN, bank bank yang besar itu," terang Fahri.

"Karena itu misalnya Basuki masuk ke Pertamina wah ini berarti dari presiden, enggak apa apa, presiden harus membela keputusannya, jangan diem diem ." Melihat sikap Jokowi yang terkesan diam diam, Fahri Hamzah mengaku merasa kasihan terhadap Ahok. "Kan kasihan Basuki juga, orang enggak mau loh dikasih amanah lalu gitu," ucapnya.

Terkait sikap Jokowi terhadap wacana penunjukan Ahok di BUMN, Fahri Hamzah kembali meminta sang presiden bersikap terbuka. "Ya kalau dia (Jokowi) mengatakan 'Itu adalah perintah saya, saya yang menugaskan, saya yang meminta memeriksa', kalau kemudian direksi BUMN memang memilih Kementrian BUMN juga harus membela, presiden juga harus membela jangan diem diem ," ucap Fahri Hamzah. "Kayaknya ini terjadi dengan sendirinya, jangan begitu, kasihan juga orang yang mendapat amanah ini gitu loh."

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *