Isuzu MU-X Isi Ceruk Pasar Kelas SUV High Nasional

Mobil sport utility vehicle (SUV) high andalan Isuzu, MU X, terus berupaya mengisi ceruk pasar kelas SUV high nasional. Upaya itu membuahkan hasil, penjualan MU X semakin cerah. Mayoritas pembeli MU X adalah pemilik fanatik Isuzu yang lama akrab dengan mobil diesel legendaris Panther yang bandel dan tangguh di berbagai medan. “Histori pengalaman dari Panther itulah yang menjadi alasan banyak konsumen membeli MU X,” ujar Sugaji, Branch Manager Astrido Isuzu Pecenongan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Sugaji mencontohkan, salah satu konsumen yang membeli mobil Isuzu karena pengalaman baik sebelumnya adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Al Zaitun di Indramayu, Jawa Barat. Pondok Pesantren tersebut membeli secara tunai 19 mobil MU X untuk kendaraan operasional antarjemput dosen dan guru mereka. Dikatakan, Ponpes itu sejak lama merupakan pengguna kendaraan Isuzu Panther. Makanya, saat membutuhkan mobil operasional terbaru, mereka langsung melirik Isuzu MU X. Alasannya, MU X memiliki tenaga lebih besar dari Panther dan nyaman dikendarai. “Karena kebutuhan mobilitas yang tinggi untuk antar atau jemput dosen dan guru guru pengajar yang kadang harus menempuh jarak yang jauh, seperti Banten, Bandung, Solo, dan kota kota lain di Pulau Jawa yang membuat Al Zaytun membeli sejumlah 19 unit MU X, pembelian sekaligus sebanyak itu jarang sekali terjadi selain government,” tutur dia.

Diakui, pembelian itu akan mendongkrak angka penjualan MU X, termasuk penjualan Isuzu secara keseluruhan. Penjualan Isuzu memang terus meningkat. Sepanjang 2018, penjualan ritel Isuzu mencapai 25.286 unit atau naik 26,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 20.502 unit. Penjualan Isuzu MU X juga melonjak, dari 712 unit pada 2017, menjadi 737 unit di 2018. Sugaji menambahkan, saat menawarkan MU X, ia tidak mempromosikan soal tampilan eksterior dan interior, sebab kebanyakan konsumen langsung membandingkan dengan merek pesaing.

“Tetapi, saya langsung bicara soal kendaraan yang enak dibawa dan kenyamanan kabin. Karena, memang itu yang menjadi keunggulan Isuzu MU X. Ternyata benar, MU X diterima dengan baik,” kata dia. Hal itu diakui P Gumilang, pimpinan Al Zaytun. Menurut dia, karena sudah pernah menggunakan Isuzu, maka pihaknya memilih MU X. “Saya tidak ingin membanding bandingkan dengan merek lain. Kami beli ini karena memang dulu sudah pakai Panther dan juga Grand Touring. Sekarang MU X, ternyata lumayan, antenglah dipakai ke Surabaya,” ujar Panji.

Dijelaskan, pusat pendidikan Al Zaytun memiliki dosen sebanyak 50 orang, guru 300 orang, dan staf kampus sekitar 400 orang. Mereka membina sekitar 10.000 santri yang menimba ilmu di sana, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi Strata 1. Mobil MU X itu dipakai untuk antarjemput dosen dan guru dari berbagai daerah. Paling jauh dari Surabaya. Gumilang mengakui, sebanyak 19 unit MU X yang dibeli itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan operasional dosen dan guru yang jumlahnya besar.

Tentunya, kata dia, jika keuangan cukup, pihaknya akan membeli kembali. Apalagi, selama tiga bulan dipakai, mobil SUV itu bisa diandalkan dan nyaman saat dikendarai. Berdasarkan catatan, Isuzu memang membalut MU X dengan sistem peredam yang mumpuni. Dan itu belum ditemukan di SUV lain di kelasnya, yakni sistem kontrol traksi dan stabilizer lima cincin. Fitur Traction Control System (TCS) dan Electronic Stability Control (ESC) di MU X bisa meredam getaran dan goncangan dengan maksimal. Makanya, baik pengemudi dan penumpang bisa nyaman di dalam kabin.

Isuzu MU X pertama kali diperkenalkan di Thailand pada 2013 lalu. Indonesia menjadi negara ketiga yang memperkenalkan MU X setelah Australia. Saat diperkenalkan ke publik, manajemen Isuzu mengusung beberapa kelebihan MU X yakni safety feature standar Eropa seperti Anti lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), ESC, dan TCS. Sugaji menambahkan, banyak konsumen memilih MU X selain nyaman bagi pengendara dan penumpang di kabin, mobil itu juga memiliki mesin common rail yang bisa mengonsumsi bahan bakar jenis apa saja.

“Jadi tidak perlu khawatir jika masuk SPBU, karena bisa memilih bahan bakar diesel apa aja,” tambah dia. Memang, Isuzu MU X didukung mesin turbo diesel Isuzu 4JK1 TC, 2.5 L berteknologi direct fuel common rail bertekanan tinggi dengan power maksimal 136 ps/3400 rpm dan torsi maksimal 32,6 Kgm/1800 2800 rpm. MU X diperkuat sistem Turbocharge intercooled VGS (Variable Geometry System) dan hadir mengusung 5 speed AT dengan Sequential Shifting.

Mesin Isuzu MU X tidak ada masalah apabila menggunakan bahan bakar solar biasa maupun Pertamina Dex. Hal itu karena adanya Diamond Like Carbon yang mencegah keausan injektor. Sebelumnya, Marketing Division Head Astra Isuzu Andy Dwi Zatmoko menjelaskan, Isuzu terus meningkatkan mutu produknya. “Ini bakal menjadi kunci keberhasilan,” papar dia. Ia yakin penjualan MU X masih positif. Apalagi, Gaikindo memperkirakan tahun ini penjualan otomotif sama dengan tahun lalu di angka 1,1 juta unit.

“Kami di Isuzu tetap optimistis, tetap bertahan seperti angka penjualan tahun lalu,” tutur Andi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *