Ini Penjelasan Polisi Beredar Isu 35 Buruh Pabrik di Tangerang Disekap

Polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terkait informasi penyanderaan puluhan karyawan. Info yang beredar sebanyak 35 karyawan PT Damai Indah Kaca Tipis (Dainka) disekap dengan alasan Covid 19. “Sudah kami lakukan pengecekan langsung ke PT Dainka terkait kabar tersebut.

"Kami tegaskan bahwa info itu tidak benar,” kata Kapolsek Sepatan, AKP I Gusti Mohammad Sugiyarto, Minggu (14/6/2020). Kapolsek melanjutkan, pengecekan atau peninjauan ke PT Dainka di Jalan Raya Karet V Kawasan Industri Akong, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang dihadiri langsung oleh dirinya beserta dari jajaran kecamatan setempat. Ia menjelaskan, berdasarkan fakta di lapangan dengan adanya pandemi Covid 19 perusahaan mengambil kebijakan merumahkan karyawan sebanyak 147 orang.

Dan tetap memberikan dengan gaji 80% dari upah yang diterima. Namun demikian untuk menjaga perawatan mesin, gudang dan kebersihan serta administrasi, perusahaan memerlukan 37 karyawan. Dengan catatan mau membuat pernyataan tidak keluar area pabrik atau berada di lingkungan pabrik dengan fasilitas yang telah disediakan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga karyawan tidak tertular virus corona dari luar area pabrik. “Karyawan yang berminat untuk bekerja membuat pernyataan, setiap akhir pekan bisa dikunjungi oleh keluarganya dengan standar protokol kesehatan,” ucapnya. Bahkan, pihak Polsek Sepatan melakukan kroscek atas keterangan manajemen perusahaan tersebut kepada 7 karyawan yang dipilih secara acak.

Dari 7 pegawai tersebut memberikan keterangan bahwa tidak merasa disekap oleh perusahaan. Karyawan bisa beraktivitas olahraga, bertemu keluarga pada saat hari Minggu. Dan bisa berkomunikasi menggunakan handphone serta karyawan merasa cukup senang dengan gajiyang cukup besar.

“Dengan adanya informasi ini pihak karyawan tidak menerima dikarenakan merasa tidak adanyapenyekapan dan hak haknya pun dipenuhi oleh perusahaan,” kata Kapolsek. Camat Sepatan, Dadang Sudrajat juga melurusukan pemberitaan tersebut. Bahwa benar dirinya dan Kapolsek Sepatan melakukan kunjungan ke PT Dainka untuk mengecek langsung dan berdialog dengan pihak perusahaan.

Menurut Dadang pegecekan langsung ke perusahaan yang dimaksud ini untuk memastikan jika kententraman dan ketertiban wilayah Sepatan kondusif. Jangan sampai di saat pendemi Covid 19 ada pemberitaan seperti itu yang akan menganggu keamanan di wilayah Sepatan. “Perusahaan tersebut keberadaannya berada di salah satu desa di Kecamatan Sepatan, hal itu perlu diluruskan.

"Terlebih menyangkut informasi ketentraman dan ketertiban. Agar tidak menjadi keresahan bagi warga juga dalam menjaga kondusivitas wilayah dari informasi yang berkembang,” ungkap Dadang. "Alhamdulillah tidak seperti yang diberitakan. Apalagi dari Polres Metro Tangerang juga turun langsung ke lapangan," sambungnya. Suharto selaku Manager Produksi PT Dainka secara tegas menyatakan tidak ada penyekapan.

"Kami tidak melakukan penyekapan, berita itu tidak benar," tutur Suharto. Suharto mengaku pihak Polsek Sepatan dan Camat Sepatan sudah melakukan pengecekan secara langsung. Selama pandemi Covid 19, PSBB diberlakukan dan banyak perusahaan merumahkan karyawannya.

Sebaliknya, pihak PT Dainka memberikan penawaran bagi karyawan di bidangnya yang masih maubekerja di perusahaannya dengan tetap melaksanakan protokol Covid 19. “Aturan protokol kesehatan kita tetapkan. Kita juga berikan gaji lebih dari sebelumnya, fasilitas mess yang memadai serta kami cukupi kebutuhannya di dalam. Kita buat penawaran, suratkesepakatan," imbuhnya. "Kami berikan penawaran dikarenakan berhubungan dengan mesin produksi yang ada di perusahaankami yang memang tidak boleh berhenti.

"Harus berjalan terus untuk maintenance dan harus dirawat guna mencegah permasalahan produksidi kemudian hari," papar Suharto. Pencari Kerja Diimbau Tak Datang ke Banten, Jumlah PHK 17.289 Orang dan 27.568 Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau para pencari kerja tidak berspekulasi untuk datang keBanten setelah Lebaran saat ini.

Akibat pandemi Covid 19 banyak tenaga kerja di Banten yang masih dirumahkan. "Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja," ujar pria yang akrab disapa WH dalam keterangannya kepada Warta Kota, Kamis (28/5/2020). Ia merinci dari data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten pada tanggal 20 Mei2020 menunjukkan sebanyak 27.569 karyawan dirumahkan.

Sementara jumlah karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai17.298 orang. Sedangkan jumlah perusahaan yang tutup mencapai 59 perusahaan. Imbauan Gubernur WH itu untuk antisipasi pendatang baru atau pencari kerja ke Banten yang mengiringi arus balik Lebaran.

Dijelaskan, dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya tidak menutup atau menghentikan aktivitas produksi pada industri. Namun demikian, industri harus melaksanakanprotokol kesehatan dalam proses produksinya. 'Sehingga berdampak pada jumlah dan jam kerja karyawan," ucapnya. Jelang Idul Fitri 1441 kemarin Gubernur juga mengimbau masyarakat Provinsi Banten tidak mudik Lebaran 2020. Hal itu dilakukan untuk menghindari dan memutus penyebaran Covid 19.

Imbauan itu memperhatikan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan SosialBerskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). (dik) Anda masih nganggur? Anda belum dapat pekerjaan? Jangan sedih, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok buka pelatihan keterampilan gratis di Depok untuk pencari kerja. Bahkan saat ini, pendaftaran pelatihan keterampilan Disnaker Depok sudah dibuka, dan siapsediakan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja di Depok.

Simak penjelasan Kepala Disnaker Kota Depok Manto, soal pendaftaran pelatihan keterampilanDisnaker Depok, hingga syarat jadi peserta pelatihan keterampilan Disnaker Depok. Sebagai upaya dalam menekan angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok adakanpelatihan keterampilan. Kepala Disnaker Kota Depok, Manto mengatakan pembekalan dilakukan agar para pencari kerja siapterjun ke dunia kerja.

Sedianya, pelatihan akan dilakukan pada Maret September mendatang. “Kami mengadakan beberapa pelatihan. Saat ini pendaftaran sudah dibuka, hingga kuota terpenuhi" "Pelatihan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ujar Manto kepada wartawan di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Kamis (23/1/2020).

Beberapa pelatihan yang akan dilakukan diantaranya perbengkelan sepeda motor, tata boga, tata rias kecantikan, service AC, dan komputer. Syarat peserta, kata Manto, yakni wajib memiliki KTP Depok dengan usia 18 40 tahun, serta melampirkan surat PHK dari perusahaan. “Kemudian, belum bekerja atau menganggur dan tidak sedang sekolah atau menempuh pendidikan,”paparnya.

Dari sekian banyak pendaftar, nantinya akan dilaksanakan penyeleksian lebih dahulu. Mereka yang lolos seleksi, akan mendapatkan beragam fasilitas yakni transportasi, makan,pakaian kerja, bahan praktek, materi pelatihan, alat tulis kantor, dan sertifikat pelatihan. Anda yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, dapat langsung mendatangi Kantor Disnaker diLantai 8, Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok.

“Atau bisa hubungi langsung ke nomor 0812 8134 5994 (Whatsapp). Jam operasional Senin Jumatpukul 08.00 16.00,” tuturnya. Pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnarker) Kota Depok, Jawa Barat mencatat ada 70.380 warga belummendapatkan pekerjaan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengangguran menyentuh angka 6,8 persen dari total pendudukKota Depok.

“Paling banyak dari lulusan SMK yaitu 43 persen yang menganggur atau 31 ribu orang yang belumdapat pekerjaan,” kata Kepala Disnaker Depok, Manto Jhorgi, saat membuka kegiatan bursa kerjamini di SMK Al Muhtadin, Cipayung, Kota Depok, Rabu (30/10/2019). Untuk mengurangi angka pengangguran khususnya di tingkat lulusan SMK, Manto mengatakan PemkotDepok membuat terobosan dan fokus menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan yang ada di Depok danJabodetabek. Proses tersebut dilakukan dengan menggelar bursa kerja khusus dan mini yang diadakan tiap SMK.

Disnaker Kota Depok diklaim Manto telah menggelar tiga kali bursa kerja di sekolah yang melibatkan kurang lebih 40 perusahaan di Jabodetabek. “Kami (Disnaker Depok) memberikan (kuota) formasi hampir 4.221 (pencari kerja) yang mendaftar,(namun hanya) ada 3.700 (pencaker yang mendaftar) jadi kurang formasi yang kami berikan,” paparManto. Selain itu, guna lebih banyak lagi dalam menyerap tenaga kerja khususnya warga Depok, Mantomengatakan Pemkot mewajibkan perusahaan yang ada di Depok untuk membuka kuota 40 persen bagiwarga Depok.

Kebijakan tersebut dikhususkan bagi perusahaan yang baru dan sudah diatur dalam peraturandaerah tentang penanaman modal. “Itu kita pantau terus perusahaan yang ada di Depok untuk menerima warga Depok yang melamar" "Tentu juga kami tak bosan dan menyarankan perusahaan menerima pemuda dan pemudi Depok, khususnya ber KTP atau berdomisili Depok,” tutur Manto.

Terpisah, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad mengatakan, kegiatan bursa kerja yangsetiap tahun digelar dianggap mampu menekan angka pengangguran. Hal tersebut dibuktikan juga dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaporkan secara berkala. Dari data BPS tahun 2017, sebanyak kurang lebih 70.000 warga dari 2 juta jiwa jumlah pendudukdi Kota Depok, berstatus pengangguran.

“Lewat bursa kerja ini, setiap tahun angka tersebut menurun. Sebut saja di akhir 2017 sebanyak1.000 orang sudah bekerja dan di akhir 2018 yang terserap 3.592 orang,” kata Idris. Lebih lanjut, Idris juga menuturkan sejak awal tahun 2019 hingga akhir September, tercatatsebanyak 1.807 orang sudah bekerja. Melalui bursa kerja mini yang dilaksanakan diharapkan sedikitnya 884 pencari kerja (pencaker)bisa diterima di 14 perusahaan yang terlibat di sekolah tersebut.

Dengan upaya upaya tersebut, Idris mengatakan Pemkot telah bekerja keras membantu mengentaskanpengangguran. “Tinggal bagaimana pekerja mampu memberikan yang terbaik bagi perusahaannya" "Mudah mudahan dengan adanya bursa kerja, bisa menjadi jembatan atau penyambung antara pencakerdengan perusahaan,” ujar Idris.

Pandemi Covid 19 Belum Selesai di Indonesia, Pemerintah Akan Bantu 38.011 Pekerja Seni danBudayawan Ada 38.011 budayawan dan pelaku seni yang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan itu diberikan pemerintah untuk membantu para pekerja seni kreatif yang terdampakpandemi Covid 19. Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, akan mengirimkan bantuan tunaimelalui rekening bank ke para pelaku seni tersebut.

"Kami sudah mendata melalui formulir dan tercatat ada 38.011 orang, terdiri dari budayawan danpelaku seni terdampak pandemi ini," kata Ahmad Mahendra ketika berbincang, Senin (25/5/2020)siang. Ahmad Mahendra adalah Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud RI yang barudilantik akhir Januari 2020. Sesuai arahannya, Presiden Joko Widodo meminta supaya Kemendikbud RI memajukan film dan musikdi Indonesia, termasuk media baru sebagai bagian distribusi dari film dan musik itu.

Ahmad Mahendra melihat, tugas memajukan industri film dan musik di Indonesia memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Doktor film di Indonesia saja sangat sedikit. Sementara kami ingin film dapat establised," kata Ahmad Mahendra. Belum lagi jumlah sumber daya manusia di industri film Indonesia yang masih kekurangan, seperti kameraman, soundman dan lainnya.

"Kami juga ingin memperkuat SDM di industri film dan musik," jelas Ahmad Mahendra. Di sisi lain, Ahmad Mahendra juga sedang berencana memperkuat distribusi film di seluruh wilayah Indonesia. Jika selama ini keberadaan bioskop hanya ada di kota besar, pemerintah akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membangun bioskop baru.

"Kami akan kerjasama dengan pemda yang tidak punya bioskop, komunitas film di daerah sampai kabupaten untuk membangun bioskop baru," ujar Ahmad Mahendra. Hal tersebut dilakukan, lanjut Ahmad Mahendra, supaya distribusi film bisa tersebar luas sampai ke daerah dan pelosok Indonesia. "Kami juga akan memperkuat platform berbayar di daerah untuk mempercepat distribusi film. Kami akan bantu dengan teknologi," katanya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *