Ini Kata Kapolres Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi Aparat saat Meliput Hari HAM Sedunia

HS, seorang jurnalis media online diduga mengalami intimidasi aparat saat merekam gambar di dekat gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) kemarin. Saat itu, HS hendak merekam peristiwa (HAM) sedunia. Sesampainya, HS melihat dua polisi mengapit seseorang di atas sepeda motor.

Menurut HS, orang tersebut seolah meminta maaf kepada polisi. Saat itulah, HS bergegas merekam peristiwa tersebut menggunakan ponselnya. Kemudian, sekonyong konyong polisi lain berteriak dan merampas ponsel HS di tempat.

HS sempat ditanya dari media mana. Identitasnya pun telah ditunjukkan. Namun polisi tak peduli. “Hp saya disita selama kurang lebih lima menit oleh seorang polisi dan rekaman tersebut dihapus,” kata HS dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan, Rabu (11/12/2019).

Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani, menyebut insiden ini menambah catatan hitam kasus kekerasan dan terhadap jurnalis oleh aparat. Pada kasus ini, sambungnya, AJI Jakarta menilai aparat telah melakukan pelanggaran Undang Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, UU ini menyebutkan dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

"Pasal 4 ayat 3 disebutkan, (Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi)," ucap dia, pada kesempatan yang sama. "Setiap orang yang menghambat atau menghalangi perihal tersebut, terancam pidana penjara paling lama dua (2) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta," dia menambahkan. Selain pelanggaran UU Pers, sambungnya, oknum polisi juga tidak memedulikan Nota Kesepahaman Antara Dewan Pers dengan Polri Tahun 2017, tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

"Selama ini, kasus kekerasan terhadap jurnalis di Jakarta tak pernah diusut tuntas hingga ke pengadilan, apalagi yang diduga melibatkan aparat," ucapnya. "Penegakan hukum dan keadilan bagi korban perlu mendapat perhatian serius dari aparat dan pemerintah agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang," lanjutnya. Lebih lanjut, dia mengatakan Alianasi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyatakan:

1. Mendesak Polri segera menindak tegas personelnya yang melakukan kekerasan, terhadap jurnalis dan memproses hukum pelaku hingga ke pengadilan. 2. Mengimbau para pimpinan perusahaan media untuk terlibat aktif mengawal kasus yang dialami jurnalisnya. 3. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus kasus kekerasan dan terhadap jurnalis lainnya hingga pelakunya dihukum sesuai peraturan perundang undangan.

Sementara itu, n mengatakan belum mendapat info ihwal hal tersebut. "Belum dapat info," ucapnya saat dikonfirmasi Wartawan, Rabu (11/12/2019).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *