Dilarang AS Beli F-35, Turki Lirik Sukhoi 35 Buatan Rusia

Turki menyatakan bakal mencari pengganti jet tempur F 35 buatan Amerika Serikat ( AS), sehari setelah berjanji bakal meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Rusia. Pada Juli lalu, AS mengumumkan Turki dicoret dari program jet tempur F 35 setelah mereka membeli sistem pertahanan rudal S 400 yang diproduksi Kremlin. "Kami butuh jet tempur. Jika kami tak bisa membelinya, maka kami akan mencari pengganti lain," tegas Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu saat berkunjung ke Estonia.

Dilansir AFP Rabu (28/8/2019), Ankara menyebut keputusan AS yang mencoret mereka dari program senjata termahal dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" itu tidak adil. Adapun Washington menerangkan mereka sudah berkali kali menyatakan bahwa jet tempur F 35 tidak bisa menyatu dengan S 400 yang disebut media intelijen Rusia. Turki sudah mengatakan mereka akan menempatkan sistem pertahanan rudal S 400 pada April 2020. Adapun fase pengiriman kedua dimulai pada Selasa (27/8/2019).

Turki sendiri telah memesan 100 unit jet tempur F 35, di mana industri setempat juga dilibatkan dalam proses produksi pesawat generasi kelima tersebut. Melalui kepala pembelian Pentagon Ellen Lord, meski sudah dikeluarkan dari produksi jet tempur F 35, Washington tetap menyebut Turki sekutu strategis mereka. "Jadi, kami terus berdialog," ujar Lord. Dia menambahkan, urusan pembuatan komponen F 35 bakal diserahkan dari pabrikan Turki kepada perusahaan AS.

Dia melanjutkan sebagaimana diwartakan Hurriyet, partisipasi Turki dalam program jet tempur F 35 bakal terhapus secara efektif mulai tahun depan. Pada Selasa, Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di pameran kedirgantaraan MAKS, pertunjukan industri udara militer maupun sipil Rusia. Di sana, Putin dan Erdogan mendiskusikan kerja sama pertahanan. Termasuk kemungkinan bagi Erdogan untuk mendapakan jet tempur Rusia, Sukhoi Su 35.

Sementara Erdogan mengisyaratkan bahwa pihaknya tertarik untuk bekerja sama lebih erat dengan Negeri "Beruang Merah".

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *