Cakar Wartawan hingga Siapkan Kejutan 5 Fakta Penjemputan Paksa Nikita Mirzani Terkait Kasus KDRT

Nikita Mirzani akhirnya dijemput paksa oleh pihak kepolisian. Aparat Polres Metro Jakarta Selatan menjemput Nikita Mirzani di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Penjemputan Nikita Mirzani dilakukan pada Jumat 31 Januari 2020 sekitar pukul 00.15 WIB.

Penjemputan Nikita Mirzani ini terkait kasus dugaan KDRT yang dilakukan oleh ibu tiga anak tersebut pada mantan suaminya, Dipo Latief. Kasus berawal ketika Dipo Latief melaporkan Nikita Mirzani ke Polres Jakarta Selatan di akhir 2018 lalu. Dipo Latief melaporkan Nikita Mirzani atas dua tuduhan yakni dugaan penganiayaan dan penggelapan barang.

Nikita Mirzani diduga melakukan penganiayaan ketika masih tinggal bersama mantan suaminya dulu. Dua kali mangkir dari panggilan, Nikita Mirzani akhirnya dijemput paksa oleh pihak kepolisian. Sejumlah kejadian menarik mewarnai penjemputan Nikita Mirzani di kediamannya.

Berikut lima fakta terkait penjemputan paksa Nikita Mirzani oleh pihak kepolisian di rumahnya. Nikita tiba di Mapolres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 00.27 WIB. Namun, mobil sedan berwarna silver yang ditumpangi Nikita sempat berputar putar di halaman Mapolres Jakarta Selatan.

Nikita pun tak langsung turun dari mobil tersebut. Dari pantauanKompas.comdi lokasi, polisi terlihat sempat berdiskusi dengan Nikita. Selang 30 menit kemudian, Nikita akhirnya terlihat keluar dari mobil yang menjemputnya tersebut.

Mengenakan kaus berwarna hitam dan topi putih, Nikita turun dari mobil didampingi beberapa penyidik menuju gedung Mapolres Jakarta Selatan. Wajah Nikita terlihat sembap, suaranya pun terdengar serak. Ketika ditanya oleh awak media apakah Nikita habis menangis, ia menyangkalnya.

"Kagak (menangis), kan suara gue lagi serak," ujarnya sesaat sebelum memasuki gedung Mapolres Jakarta Selatan, Jumat dini hari. Meski begitu, Nikita tampak tersenyum dan berseloroh kepada awak media yang sudah menanti dirinya. "Mau ngambil gambar gue ya? Bisa banget lu," ucap Nikita sembari berjalan masuk ke gedung Mapolres didampingi beberapa penyidik.

Penjemputan paksa ini lantaran kasus Nikita sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan harus melakukan tahap kedua. Artinya Nikita sebagai tersangka dan barang bukti perkara wajib diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Nikita dua kali mangkir dari pemanggilan polisi, hingga akhirnya ia dijemput paksa, Jumat dini hari.

Kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, menyebut kliennya telah mematuhi proses hukum yang tengah bergulir. "Pelimpahan itu jadi kewenangan penuh dari penyidik, artinya tanya di atas (polisi). Yang jelas proses ini adalah proses yang harus dilalui sebagai warga negara," ujarnya. Ihwal Nikita yang sempat mengajukan surat izin dokter hingga 30 Januari 2020, Fahmi menegaskan bahwa kliennya memang sakit.

"Tapi juga, kan, dia meminta waktu terus menerus artinya dengan tidak bekerja, artinya dia juga bertanya pada saya harus makan apa, anak saya bagaimana, ya sudah saya enggak bisa larang orang yang mau mencari nafkah," ujar Fahmi. Fahmi Bachmid melanjutkan, pihaknya akan memberikan langkah hukum terbaik untuk Nikita. Termasuk soal pembuktian Nikita benar benar melakukan penganiayaan pada Dipo Latief seperti yang disangkakan atau tidak.

"Itu proses yang akan kami ungkap apa betul ada penganiayan. Itu urusan pembuktian, santai saja," ucap Fahmi. Fahmi bahkan mengaku sudah memiliki bukti bukti untuk pembelaan pada kliennya yang bisa membuat banyak orang terkejut. Namun, Fahmi enggan merinci apa bukti tersebut.

"Oh nanti kalau semua (bukti) terungkap malah kaget," ujarnya. Nikita Mirzani juga sempat mencakar seorang awak media. Tiba di Mapolres Jakarta Selatan dan turun dari mobil, Nikita Mirzani berseloroh ke para awak media yang sudah menunggunya.

"Mau ngambil gambar gue ya? Bisa banget lu," ucap Nikita Mirzani sembari berjalan masuk ke gedung Mapolres didampingi sejumlah penyidik, Jumat dini hari. Bahkan Tak cuma itu, Nikita Mirzani sempat mencakar salah seorang wartawan Detik.com bernama Hanif Hawari. "Kok gua dicakar, gua nggak salah apa apa," kata Hanif saat mengambil gambar Nikita Mirzani yang akan dibawa naik ke ruang Satreskrim Polres Jakarta Selatan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *