Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Brutal Selandia Baru Dikenal Sebagai Sosok Pendiam

Pemilik properti yang disewa terduga penembak brutal di dua masjid kota Christchurch, mengaku kaget mendengar kabar terlibatnya Brenton Tarrant dalam kasus teror tersebut. Seorang lelaki asal Dunedin, Selandia Baru, yang enggan disebutkan namanya mengaku mengenal sosok pelaku yang bernama Brenton Tarrant sebagai orang yang baik. Tidak ada hal aneh yang ditunjukkan Tarrant selama menjadi penyewa hunian tersebut.

Dikutip dari laman nzherald.co.nz, Senin (18/3/2019), pemilik tanah itu menjelaskan bahwa dirinya dan istrinya adalah pemilik properti Somerville St, tempat dimana Tarrant tinggal, sebelum akhirnya ditangkap atas kasus teror di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Properti itu terletak di pinggiran Teluk Andersons di kota itu. "Ia (Tarrant) menjaga tempat itu agar selalu terlihat bersih dan rapi, dan ia juga membayar sewa," kata lelaki tersebut.

"Ia sopan, ramah dan akomodatif, ia juga bersedia memberikan (kemudahan) akses pada kami untuk masuk (memeriksa) ke properti itu, kami tidak punya kecurigaan apapun dan sangat terpukul dengan adanya peristiwa mengerikan ini,". Suami istri pemilik properti itu pun terkejut mengetahui apa yang terjadi baru baru ini di Chrsitchurch. "Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada para korban, keluarga dan teman teman, dan semua korban dari tragedi mengerikan ini," tambah lelaki itu.

Properti Somerville St telah ditutup pada Jumat lalu dan tim penjinak bom yang juga membawa robot pendeteksi bom pun telah datang pada Sabtu pagi untuk melakukan penyisiran di sekitar hunian tersebut. Meskipun garis polisi telah dicabut dan tetangga Tarrant yang sebelumnya telah dievakuasi dari kawasan itu, kini sudah diizinkan kembali ke rumah masing masing, namun seorang polisi masih ditugaskan untuk menjaga properti tersebut. Para tetangga mengenal sosok Tarrant sebagai pemuda pendiam dan sederhana yang bisa menjaga dirinya sendiri.

Pelaku merupakan anggota Klub menembak Bruce Rifle, yang berbasis di Milburn dekat Milton. Seseorang yang bekerja di gym Dunedin Selatan, mengatakan bahwa Tarrant sering menyebut dirinya telah menjadi anggota klub tersebut sejak Oktober 2017. Namun Tarrant tidak pernah terdengar mengungkapkan pandangannya tentang Muslim.

"Ini sangat gila, anda tidak akan pernah mengharapkan suatu (peristiwa) yang seperti ini,". Karyawan gym itu memang intens berbincang dengan Tarrant, menurutnya, lelaki asal Australia tersebut senang membahas mengenai perjalanannya dan sering bepergian ke luar negeri. Termasuk perjalanannya baru baru ini yang dilakukan selama liburan Natal.

Tarrant memiliki aksen aneh yang digambarkan sebagai aksen bahasa Inggris kelas atas, dengan sedikit ciri Australia. Pemuda berusia 28 tahun itu diyakini telah melakukan perjalanan ke Pakistan pada tahun lalu. Sementara itu, Pejabat Bulgaria saat ini tengah menyelidiki perjalanan Tarrant ke Eropa Timur pada empat bulan lalu.

Ia juga dikabarkan telah mengunjungi Prancis, Spanyol, Portugal dan Afghanistan. Tarrant disebut tumbuh besar di Grafton, yang terletak di Utara New South Wales, Australia, di mana ia bekerja sebagai pelatih pribadi dan menjalankan program atletik gratis untuk anak anak. Perjalanan travelingnya sejak 2016 lalu juga membawanya ke negeri Balkan, tempat ia melakukan tur di situs situs bersejarah.

Dan kabarnya ia mempelajari pertempuran antara orang Kristen dan Kekaisaran Ottoman di sana.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *